Kamis, 20 Juni 2013

Program Pemeliharan Pada Peternakan Ayam Broiler


Program Pemeliharan Pada Peternakan Ayam Broiler
http://2.bp.blogspot.com/-JSBWl9JNIhY/UCHYwjDQTvI/AAAAAAAAATU/s6aYUPjz24w/s320/IMG00312-20110513-1542.jpg
Supaya program pemeliharaan pada suatu peternakan ayam broiler dapat terlaksana, sebaiknya program pemeliharaan dituangkan pada jadwal tertulis yang nantinya dapat mempermudah anak kandang untuk menerapkannya dan mengerjakan tugasnya dengan baik, sehingga proses produksi dapat berjalan lancar. Berikut program pemeliharaan pada peternakan ayam broiler yang bisa jadi bahan referensi peternak ayam broiler :

Umur
Waktu
Kegiatan yang dilakukan
1


S

a

m

p

a

i


7
05.30
Membangunkan ayam
06.00
Pakan diayak, Pakan yang kotor dan sekam dimasukkan kedalam karung kemudian ditempatkan /ditaruh disebelah barat gudang
11.00
Tempat pakan dibersihkan dengan sapu lidi
13.30
Beri pakan secukupnya dan diperkirakan 2 - 2,5 jam habis untuk efisiensi pakan
16.00
Sekam basar dan kotor di area brooder dimasukkan kedalam karung dan dibuang
18.30
Tempat minum dilap bagian atas dan pinggir
21.00
Air untuk membersihkan dibuang ke ember
23.30
Ayam di grading/diseleksi setelah vaksin ND-KILL dan ND-LIVE, selain itu ayam jantan dan betina sudah mulai diipisahkan
02.00
Setelah semua kegiatan diatas selesai maka harus
keliling kandang untuk mengontrol
Umur
Waktu
Kegiatan yang dilakukan
15

S
a
m
p
a
i

Panen
05.30
Membangunkan ayam
06.00
Pemberian pakan sampai piring penuh dan diperkirakan habis selama 3 jam,dan jangan ditambah sebelum habis
12.00
Tempat minum dibershkan/dilap bagian atas dan bagian pinggirnya dan airnya dibuang ke ember
15.00
Turun sekam dilakukan bertahap selama 2 hari
17.000
Kotoran dibawah kandang dimasukkan kedalam karung dan ditaruh disebelah barat gudang
18.00
Buka tutup tirai melihat kondisi ayam
Panen dan keliling kandang

Umur
Waktu
Kegiatan yang dilakukan
15

S
a
m
p
a
i

Panen
05.30
Membangunkan ayam
06.00
Pemberian pakan sampai piring penuh dan diperkirakan habis selama 3 jam,dan jangan ditambah sebelum habis
12.00
Tempat minum dibershkan/dilap bagian atas dan bagian pinggirnya dan airnya dibuang ke ember
15.00
Turun sekam dilakukan bertahap selama 2 hari
17.000
Kotoran dibawah kandang dimasukkan kedalam karung dan ditaruh disebelah barat gudang
18.00
Buka tutup tirai melihat kondisi ayam
Panen dan keliling kandang













Managemen Pemeliharaan.

Management pemeliharaan ayam pedaging terbagi menjadi 2, yaitu : periode stater dan periode finisher. Periode stater yaitu periode anak ayam dari (umur 0-21 hari), sedangkan untuk periode finisher yaitu periode anak ayam dari umur 22 sampai panen, sdh sessuai dengan bobot badan yang diinginkan.


Periode starter.

Periode starter ayam pedaging (umur 0-21 hari) merupakan masa pertumbuhan awal bagi ayam pedaging, untuk beradaptasi dengan lingkungan kandang yang baru. Anak ayam disebut juga DOC (Day old Chicken), DOC adalah anak ayam umur satu hari. Jenis DOC yang digunakan perusahaan kami yaitu MB 202 P dan harga DOC Rp 4800/ekor. Pemilihan DOC ini dilihat dari label di setiap boksnya yang di pesan perushaan kami, label itu terdiri dari: 1) induknya, 2) tanggal penetasanya, 3) harga, 4) bobot badan per ekornya. Menurut Rasyaf (2008) pemilihan DOC dilihat dari : 1) induk yang sehat, agar tidak membawa penyakit bawaan, 2) anak ayam berdasarkan ukuran atau bobot yang sama, 3) matanya cerah atau bercahaya aktif, 4) tidak cacat secara fisik, 5) tidak ada lekatan tinja di duburnya. Pemilihan bibit yang baik merupakan awal dari     
Penangan awal  DOC saat datang di kandang yaitu; kandang dibersihkan dengan fumigasi, kandang  yang dilengkapi dengan pemanas buatan (broooder) sebagai pengganti induk, pemanas harus dinyalakan terlebih dahulu ± 15 menit sebelum DOC datang. DOC di keluarkan dari kotak untuk di pindah ke brooder, dan dikasih minum air dicampur gula aren dan vitamin, dengan tujuan untuk memulihkan tenaga yang terbuang pada waktu perjalanan, setelah semua DOC dipastikan minum, baru di kasih pakan. Target management brooding, yaitu empat jam diusahakan tembolok berisi makanan. Pemberian pakan sedikit-sedikit tapi sering (10-12 kali/hari). Penangganan yang di lakukan oleh  peternak sudah sesuai dengan (Rasyaf, 2008) mengatakan bahhwa air gula yang diberikan ke DOC untuk mempercepat suplai energgi akibat dari perjalanan jauh, sedangkan vitamin dan mineral bertujuan untuk mengurangi cekaman dan membantu memulihkan kesegaran anak ayam.  Ransum yang diberikan pada dua hari pertama tidak perlu dibatasi, kemudian setelah itu periode stater 20 gram/ekor/hari (Rasyaf, 2008). 
Pakan yang diberikan berupa pakan jadi (AB-1) dan BR 1 super dan bentuk pakan yaitu crumble. Pakan bentuk crumbel adalah bentuk fisik ransum berupa pecahan, dapat menghasilkan berat badan lebih besar dibandingkan tepung komplit (Rasyaf, 2008).  
PT Genesis Farm menyarankan peternaknya pada masa brooder untuk kandang panggung maupun kandang postal mengunakan kulit padi (sekam) setebal 5 cm pada lantainya dan pemanas dengan perbandingan 1: 500 ekor sampai umur 21 hari. Penggunaan alas liter dari sekam padi sesuai dengan pendapat (Rasyaf, 2008) yang mengatakan bahwa untuk daerah dingin ketebalan alas litter tidak lebih dari 8 cm, sedangkan untuk daerah panass ketebalan alas litternya tidak lebih dari 5 cm. Penggunaan alas litter yaitu untuk: 1) kemungkinan ayam lepuh dada lebih sedikit, 2) ayam broiler relatif lebih tahan, 3) pengelolaan lebih mudah (Rasyaf, 2008).
Persiapan brooder sudah memenuhi saran managemen PT. Genesis yaitu kandang panggung dengan alas kulit padi atau sekam dan kompor gas (LPG) sebagai pemanas. Penggunaan brooder bertujuan sebagai induk buatan yang menghangatkan anak ayam ketika baru menetas (Rasyaf, 2008).  
Awal pemeliharan semua anak ayam ditempatkan dalam 1 kandang, kandang yang lain dibiarkan kosong, dengan alasan supaya suhu ruangan lebih hangat dan mudah dalam pengawasan, pada umur 17 hari dilakukan pemindahan ayam kekandang lain, karena ruangan sudah penuh (padat). Program pemanas dilakukan sampai umur 21 hari (3 minggu). Fase brooding dimulai pada umur 1 - 21 hari.
Suhu ruangan 28 – 31oC dan kelembaban 55 – 60 % sehingga hampir sama dengan kondisi bersama induknya. Menurut Rasyaf (2008) mengatakan bahwa ayam broilerr dapat tumbuh secara optimal 19 – 21 oC. Keadaan lingkungan kandang tidak sesuai maka dari itu perusahaan menyarankan kepada peternak untuk menanam pohon di sekitar lingkungan kandang dan diberi kipas angin.  Program vaksinasi dikandang Sholeh dilakukan pada umur 4 hari oleh seorang vaksinator yang sudah  di sediakan PT. Genesis Farm, vaksin yang dilakukan adalah vaksin suntik dan vaksin tetes mata.

Periode Finisher.

Periode Finisher adalah periode akhir dimana ayam siap di panen berkisar 5 – 7 minggu, diharapkan berat badan ayam tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan (Rasyaf, 2008). Perusahaan kami ayam masuk dalam periode finisher yaitu umur 22 hari sampai panen.
Ayam umur 22 hari sudah tidak menggunakan pemanas, hanya untuk menyiasati suhu kandang yang dingin pada waktu malam hari atau waktu cuaca dingin maka tirai samping harus ditutup rapat. Umur 25 hari bobot badan diperkirakan sudah mencapai 1 kg/ekor, kemudian sekam diturunkan total sampai panen, hal ini sesuai dengan pendapat Anonymous (2007) Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat.
Kepadatan ayam pada periode finisher adalah 10 ekor/m2, sesuai dengan  pendapat Added Wednesday (2011) yang menyatakan bahwa pengaturan tingkat kepadatan pada fase finisher ini juga harus diperhatikan, yakni 10 ekor/m.
Data recording (lampiran 3) menunjukkan angka mortalitas tinggi ketika memasuki periode finisher, hal ini dikarenakan ayam  mengalami stres, akibat pemanas yang tidak lagi diberikan dan sekam padi sebagai alas sudah di turunkan, sehingga ayam harus beradaptasi lagi dengan kondisi yang baru. Hal ini diketahui dari pemeriksaan terhadap  ayam yang mati, tidak ada tanda-tanda ayam sakit, namun di ketahui temboloknya kosong ( ayam tidak mau makan karena stres).   Menurut info medion (2009) Stres diakibatkan oleh adanya gangguan baik dari luar maupun dari dalam tubuh ayam. Adanya stres menandakan ayam sedang beradaptasi terhadap gangguan tersebut. Oleh karena itu, semakin cepat adaptasi ayam semakin ringan stres yang dialami. Secara fisiologis, stres terjadi ketika hormon kortisol, yang dihasilkan pankreas, memobilisasi energi dari cadangan energi di dalam tubuh menuju organ target yang sedang membutuhkan. Mobilisasi ini bisa disebabkan oleh adanya peradangan, peningkatan denyut jantung dan frekuensi napas.   
Periode starter dan finisher, PT Genesis farm menggunakan pakan Starter semua, dengan menggunakan pakan yang kadar protein tinggi, supaya pertumbuhan bobot badan lebih optimal dengan umur panen bisa lebih awal. Jenis pakan yang dikonsumsi adalah starter merk AB 1 dari PT Comfeed Cabang Sragen berbentuk crumble (butiran halus).
             

Management Biosecurity.

Management Biosecurity yang diterapkan dikandang Sholeh meliputi; 1) penyemprotan kandang dan lingkungan kandang dilakukan 2 kali sehari dengan menggunakan desinfectan yang di sediakan oleh PT. Genesis Farm, 2) pencucian tempat pakan dan minum 2 kali sehari,  3) untuk pekerja kandang sebelum masuk kandang harus menyemprot seluruh tubuhnya dengan desinfectan yang sudah disediakan di belakang pintu kandang, 4) program dan jadwal vaksin. Hal ini sesuai dengan pendapat Cahyadi et al., (2011) mengatakan bahwa Manajemen peternakan unggas harus didasarkan pada prinsip biosekuriti yang tepat, diantaranya: (1) melakukan kontrol dan pembatasan terhadap kontaminasi antara unggas, manusia, dan jenis hewan lainnya, (2) melaksanakan program sanitasi dan desinfeksi dengan melakukan program kebersihan secara rutin untuk menciptakan lingkungan kandang yang bersih dan bebas dari hama penyakit, dan (3) melaksanakan program vaksinasi secara tepat dan akurat dalam upaya pencegahan penyakit dengan pengobatan secara rutin. Management biosecuriti bertujuan untuk menjaga keamanan dan kesehatan peternak dan ayam sehingga dapat mencegah penularan penyakit dari ayam ke manusia begitupun sebaliknya.

Penyakit dan Pencegahannya

Pemeliharaan mulai periode starter sampai periode finisher, ayam pedaging dalam kondisi sehat dan tidak terkena penyakit, hal ini disebabkan oleh managemen pemeliharaan ayam pedaging yang diterapkan di kandang Sholeh sudah berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan dari PT. Genesis  Farm. Program pengobatan secara berkala di kandang Sholeh disesuaikan dengan jadwal pengobatan dari PT Genesis farm seperti ditunjukkan pada tabel 2. Pada saat ini PT. Genesis Farm menggunakan obat dan vitamin dari beberapa perusahaan diantaranya: OTASINDO, AVINDO, AGRINUSA UNGGUL JAYA,  CAPRI,  BANA MEDIVET,  MEDION,  SANBE,  MENSANA dan IMA. Perusahaan dari obat dan Vitamin juga menyediakan seorang dokter hewan sebagai konsultan jika terjadi masalah tentang kesehatan ayam di  lapangan.
       
                          
Tabel 1. Jadwal Pengobatan per 1000 ekor
Umur
Pagi
Dosis
Sore
Dosis
Keterangan
1
Moxycolgrin HC
7
Vitaminovit
10
2
Moxycolgrin HC
7
Vitaminovit
10
3
Moxycolgrin HC
10
Vitaminovit
15
4
Moxycolgrin HC
10
Vitaminovit
15
ND1 (tetes + Suntik)
5
Moxycolgrin HC
10
Vitaminovit
15
6
Air Putih
7
Air Putih
8
Capribro
10
Vitaminovit
20
9
Capribro
10
Vitaminovit
20
10
Capribro
10
Vitaminovit
20
11
Air Putih
12
Air Putih
 Vaksin IBD (minum)
13
Capricoli
30
Capribro
15
14
Capricoli
30
Capribro
15
15
Capricoli
30
Capribro
15
16
Air Putih
Malakil
15
17
Air Putih
Malakil
15
18
Capribro
15
Vitaminovit
30
Vaksin ND II (minum)
19
Capribro
15
Vitaminovit
30
20
Capribro
15
Vitaminovit
30
21
Air Putih
Malakil
20
22
Air Putih
Malakil
20
23
Capribro
20
Malakil
20
24
Capribro
20
25
Capribro
20
26
Air Putih
27
Air Putih
28
Air Putih
29
Air Putih
30
Air Putih
Keterangan
1
Pemberian pakan umur 1-14 hari sedikit-sedikit tapi sering
2
Pemberian vitamin cukup 3-5 jam habis, obat 2-3 jam habis
3
Jika cuaca panas vitamin dosis tinggi diberikan malam/pagi ketika cuaca dingin
4
Dosis pemberian gula jawa 2%
5
Saat turun skam, malamnya diberi air gula & vit. Dosis tinggi
6
1 hari sebelum sampai 1 hari setelah vaksin jangan diberi kaporit
7
Antistress/Elektrolit/ Vit C diberikan siang hari
PENDAHULUAN

Ayam broiler adalah ayam jantan atau betina yang umumnya dipanen pada umur 5-6 minggu dengan tujuan sebagi penghasil daging (Kartasudjana dan Suprijatna, 2006). Ayam broiler telah dikenal masyarakat dengan berbagai kelebihannya, antara lain hanya 5-6 minggu sudah siap dipanen. Ayam yang dipelihara adalah ayam broiler yakni ayam yang berwarna putih dan cepat tumbuh (Rasyaf, 2008). Ayam broiler memiliki kelebihan dan kelemahan, kelebihannya adalah dagingnya empuk, ukuran badan besar, bentuk dada lebar, padat dan berisi, efisiensi terhadap pakan cukup tinggi, sebagian besar dari pakan diubah menjadi daging dan pertambahan bobot badan sangat cepat sedangkan kelemahannya adalah memerlukan pemeliharaan secara intensif dan cermat, relatif lebih peka terhadap suatu infeksi penyakit dan sulit beradaptasi (Murtidjo, 1987). Pertumbuhan yang paling cepat terjadi sejak menetas sampai umur 4-6 minggu, kemudian mengalami penurunan dan terhenti sampai mencapai dewasa (Kartasudjana dan Suprijatna, 2006).
Ayam broiler adalah salah satu klasifikasi sebagai ayam pedaging atau ayam yang arah kemampuan utamanya menghasilkan daging. Anatomi ayam hampir sama pada semua strain. Perbedaan secara anatomi biasanya hanya ukuran tubuh. Ayam broiler yang masih kecil yang baru dibeli sangat di identik dengan pengawasan dan ketelitian. Pada ayam broiler yang baru datang sangat membutuhkan perlakuan yang baik dan pemanasan.
            Periode pemanasan ( broading periode ) atau disebut juga dengan period starter. Pada prinsipnya, pemeliharaan ayam broiler breeder dan komersial pada periode pemanasan dimulai sejak DOC diterima. Sampai umur 3-4 minggu periode pemanasan sangat penting karena pada periode ini terjadi perkembangan fisiologi yang menentukan fisiologi yang menentukan keberhasilan usaha pemeliharaan ayam, yaitu periode pembentukkan sistem kekebalan tubuh, sistim kardiovaskuler, pembentukan tubuh, dan awal pembentukan kerangka putih.


            Ayam broiler sangat dominan diternakkan di indonesia karena selain pertumbuhannya yang sangat cepat. Bobot badannya yang semakin hari semakin bertambah dan juga dapat menghasilkan keuntungan apabila diternakkan dalam jumlah yag banyak.Ayam broiler sangat mudah sekali mengalami stress. Oleh sebab itu diperlukan pemeliharaan yang baik dan efesien, karena stress dapat menyebabkan pertumbuhannya terhambat dan dapat menyebaban kematian.Kandang ayam broiler ini dibuat dengan perlakuan yang dilaksanakan dengan memakai liret/serbuk kayu.

B.   Tujuan
Mahasiswa  dapat mengetahui manajemen atau cara-cara pengelolaan ayam broiler pada pemeliharaan ayam broiler dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan manajemen ayam broiler dan mengajar peserta praktikum bagaimana cara pemeliharaan ayam broiler yang baik dan bagaimana cara pemberian pakan, minum, obat-obatan dan vaksinasi.

C.   Manfaat
Adalah menambah wawasan dan pengetahuan tentang standar kebutuhan ransum dan kualitas ransum untuk ayam broiler denganmembandingkan antara teori dengan kenyataan yang ada di dalam usaha peternakan serta  peserta praktikum tahu cara-cara yang baik untuk pemeliharaan ayam broiler dan tahu perbedaan ayam broiler yang mana dapat tumbuh Cepat, dan mahasiswa nantinya mampu menerapkan ilmu bagaimana cara membudidayakan ayam broiler secara baik dan benar di dalam kehidupan yang nyata.

D.   Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Praktikum
Tempat dilaksanakan pemeliharaan ayam Broiler pada tanggal 03 april s/d 04 Mei 2012,Lokasi dilaksanakan di Eksfarm UNSYIAH di jl. Rukoh.


E.   Bahan dan Alat
Bahan:
1.    Litter /sekam (serbuk gergaji)
2.    POC NASA
3.    VITERNA
4.    Air(Mineral)
5.    Ransum
6.    Vaksin ND
7.    Glukosel dan Rodalon(Desinfektan)
8.    Ayam (Doc)
Alat:
1.    Lampu
2.    Kandang
3.    Tempat pakan
4.    Tempat minum
5.    Sapu
6.    Sprayer
7.    Sekat kandang
8.    Catatan recording /ATM
9.    VITERNA
10. Air(Mineral)
11. Ransum
12. Vaksin ND
13. Glukoseldan Rodalon(Desinfektan)
14. Ayam (Doc)




F.    Hasil Pengamatan
UMUR/
MINGGU
BERAT BADAN
(gr)
KONSUMSI PAKAN
(gr)
Konversi pakan
Pertambahan
BB/hari (gr)
1
43
3000
69.7
30.5
2
550
7000
12.7
54
3
1200
9000
7.5
108
4
1500
9500
6.3
80
Panen
1700
2500
1,4
50

G.   Pembahasan
Dalam pemeliharaan ayam broiler ini sebelumnya kami melakukan sanitasi pada kandang agar dalam pemeliharaan nantinya doc tidak terserang oleh penyakit yang menyebatkan ayam tersebut mati.pembersihan kandang tersebut kami menggunakan alat seperti Lampu digunakan untuk pemanasan, dipasang sebelum ayam datang ke kandang, agar ayam setiba tempatnya tidak kedinginan,
Kandang di sediakan dengan ukuran(200 x 160 cm), tempat pakan & Tempat minum setelah dicuci dikeringkan agar bakteri yang ada didalamnya menjadi bersih, sapu digunakan untuk menyapu seluruh kandang, sprayer ini digunakan untuk penyemprotan pada dinding kandang dengan larutan sanitasi rodalon, sekat kandang sebagai tempat pembembesar/kecil untuk masa pertumbuhan ayam yang semakin besar nantinya, Catatan recording /ATM alat ini digunakan untuk proses pencatatan hasil data yang di peroleh oleh pertumbuhan badan ayam tersebut.
Dengan pemeliharaan ini ayam yang dipelihara setiap / kelompok berjumlah 18 ekor dengan bibit ayam broiler dari PT. Charoen Phophan Medan-Indonesia, Litter /sekam (serbuk gergaji) ini digunakan agar kandang tersebut tidak lembab dan mencegah terjadinya timbul penyakit. Ketebalan litter mencapai 5 cm, POC NASA diberikan pada ayam sebanyak 0.5 ml + Viterna  0.5 ml + air (mineral) 1 liter pada hari 1-5, POC NASA diberikan pada ayam sebanyak 1 ml + Viterna 1 ml + air (mineral) 2 liter pada hari 6-10, POC NASA diberikan pada ayam sebanyak 1,5 ml + Viterna 1,5 ml + air (mineral) 3 liter pada hari 11-15, POC NASA diberikan pada ayam sebanyak 2 ml + Viterna 2 ml + air (mineral) 3 liter pada hari 16-20, POC NASA diberikan pada ayam sebanyak 2,5 ml + Viterna 2,5 ml + air (mineral) 4 liter pada hari 21-25, POC NASA diberikan pada ayam sebanyak 3 ml + Viterna 3 ml + air (mineral) 5 liter pada hari 26-30. Pemberian POC NASA dan Viterna bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ayam serta meningkatkan kualitas daging.
Setiap hari diberikan pakan berupa ransum, pemberian pakan dilakukan secara edlibitum di dalam tempat pakan, dalam satu hari pakan diberikan sebanyak 2 kali yaitu pada saat pagi jam 07.00-08.30, dan pada sore hari pada jam 16.00-17.30.
Pada minggu pertama pakan yang dihabiskan sebanyak (3 kg) dan sisa pakan sebanyak (5 kg), Pada minggu kedua pakan yang dihabiskan sebanyak (7 kg) dan sisa pakan sebanyak (2 kg), Pada minggu ketiga pakan yang dihabiskan sebanyak (9 kg) dan sisa pakan sebanyak (2 kg), Pada minggu keempat pakan yang dihabiskan sebanyak (9.5 kg) dan sisa pakan sebanyak (2,5 kg).
Pada saat DOC berat ayam rata-rata sebesar (43 gr), pertambahan berat yang dialami dalam minggu pertama adalah sebesar (226 gr), pada minggu kedua sebesar (550 gr), pada minggu ketiga sebesar (1,2 kg), dan pada minggu keempat sebesar (1,5 gr). Perhitungan ini dilakukan setiap seminnggu sekali pada hari selasa. Sedangkan pertambahan berat badan perharinya sebesar (8,0 gr).
Pada pemeliharaan ayam broiler ini juga dilakukan juga vaksinasi sebanyak 2 kali yaitu pada saat ayam berumur (4 hari) dengan menggunakan vaksin ND (tetes mata) yang menggunakan pelarut dapar, pemberiannya yaitu dengan cara meneteskan vaksin ND di mata ayam, jadwal vaksin dilakukan pada sore hari pukul 05.00 WIB, dan dilakukan lagi vaksinasi pada saat ayam berumur (15 hari) dengan menggunakan vaksin ND (minum), pemberiannya yaitu dengan cara melarutkan vaksin ke dalam air minum ayam, jadwal pemberian vaksin dilakukan pada sore hari. Vaksinasi pada ayam dilakukan supaya ayam tidak mudah terinfeksi dari virus atau penyakit yang dapat menyebabkan penyakit pada ayam ataupun kematian pada ayam.

H.   Kesimpulan
Pada percobaan pemeliharaan ayam broiler ini dapat kami simpulkan bahwa vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami.
 Daftar Pustaka
Kartasudjarna,R dan Edjeng S.2006.Manajemen Ternak Unggas Swadaya.Jakarta
Murtidjo, B. A. 1987. Pedoman Meramu Pakan Unggas. Kanisius. Yogyakarta.
Rasyaf, M. 2008. Panduan Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya. Jakarta.













Lampiran 1.
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
SANITASI KANDANG DAN PERLENGKAPANNYA

Nama Kelompok      : kelompok 4
Tanggal Praktikum  : 3 - April - 2012
                        Sanitasi kandang dan perlengkapannya
Luas kandang                                              : 200 x 160 m
Alat-alat yang disanitasi                             : kandang dan litter
Desinfektan yang digunakan                    : Glukosel dan Rodalon
Alat-alat yang digunakan untuk nsanitasi          : Sprayer
Catatan tambahan                                       :  Pada awal Sanitasi kandang – kandang di
                                                                  perlakuakan  dengan desinfektan Rodalon
                                                                   dan dilanjutkan dengan desinfektan Glukosel
                                                                  hingga panen.
                     








Lampiran 2
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
PERSIAPAN PEELIHARAAN AYAM BROILER

Nama Kelompok      : kelompok 4
Tanggal Praktikum  :
                        Persiapan pemeliharaan ayam
Luas Kandang         : 32000           m2
Model Kandang       : sekat
Nama Desinfektan  : glukosel dan rodalon
Kapasitas Brooder   : 18      ekor
Suhu Brooder           : 28      oC
Tebal Sekam             : 5        cm
Tuliskan langkah kerja yang anda lakukan di lapangan :
            Sebelum ayam di masukkan ke kandang, kandang di bentuk persegi panjang dengan menggunakan sekat dari jeruji besi. Lalu kandang disanitasi sengan menggunakan rodalon dan glukosel ke seluruh sudut kandang, kemudian litter dimasukkan ke kandang hingga ketebalan 5 cm, kemudian di semprot lagi dengan menggunakan desinfektan pada permukaan litter tersebut, setelah sanitasi ini dilakukan maka siap dimasukkan ayam.



Lampiran 3
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
VAKSINASI ND DENGAN CARA MENETES MATA

Nama Kelompok      : kelompok 4
Tanggal Praktikum  :
                        Vaksinasi ND dengan cara menetes mata
Jenis ayam    : broiler/pedaging
Jumlah ayam            : 18                  ekor
Umur ayam   : 4                    hari
Nama vaksin : ND latosa
Pelarut           : aquades dan dapar biru
Tempat penimpanan vaksin sebelum digunakan :
Suhu tepat penyimpanan  :
Waktu vaksinasi                   : pagi/siang/sore *)
Tempat vaksinasi                 : dalam ruangan/luar ruangan *)
Jumlah yang divaksin melalui tetes mata : 18    ekor
Hasil vaksinasi
Ayam hidup  : 18
Ayam sakit     : -
Ayam mati     : -
*) coret yang tidak perlu
Catatan tambahan:
Lampiran 4
LEBAR KERJA PRAKTIKUM
PANEN AYAM BROILER

Nama Kelompok      : kelompok 4
Tanggal Praktikum  :
                        Catatan pemeliharaan ayam broiler
Strain ayam                           : Cp 511 dan 512
Umur ayam (akhir)               : 30 hari
Jumlah ayam  (akhir)          : 17
Mortalitas                               : 1        ekor/               %
Rata-rata bobot badan        : 1.7     kg/       1700   gram
Rata-rata konsumsi             :           kg/                   gram
Konversi ransum                 :
Kesimpulan                          :




Lampiran 5
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
STANDAR PERFORMANS MINGGUAN STRAIN.........BROILER

Tanggal masuk DOC          : 3 april
Strain                                     :
Berat awal                             :
Jumlah DOC                         : 18      ekor
UMUR/
MINGGU
BERAT BADAN
(gr)
KONSUMSI PAKAN
(gr)
Konversi pakan
Pertambahan
BB/hari (gr)
1
2
3
4
5
6
7
8



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar